Dulu kesuksesan orang hanya diramal dari kecedasannya (IQ), ternyata banyak terjadi orang berIQ tinggi hanya menjadi orang biasa saja. Kemudian ditemukanlah pengertian EQ. Tidak cukup juga, karena ternyata banyak kemajuan malahan membuat orang-orang di kota besar menjadi bingung dengan hidup mereka sendiri. Ini karena mereka mulai melupakan nilai spiritual atau agama. Maka didefenisikan SQ. Terakhir muncul istilah AQ untuk melihat sejauh mana tingkat kesuksesan yang dikejar anak manusia itu.
1.Intelectual Quotient (IQ)=Kecerdasan Intelektual
Istilah ini ditemukan sekitar 1912 oleh William Stern. Digunakan sebagai kualitas seseorang pada masa itu, dan ternyata sekarang dipakai di Indonesia. IQ lah sebagai tingkat penrimaan masuk. Kecerdasan ini terletak pada diotak bagian Cortex (kulit otak). Kecerdasan ini merupaka kecerdasan berimajinasi, beranalogi, berhitung, dan daya kreasi serta inovasi.
2.Emotional Qutient (EQ)=Kecerdasan Emosional
EQ mulai menjadi trend pada akhir abad 20. Kecerdasan ini memang tidak mempunya ukuran pasti seperti IQ, namun kita bisa marasakan kualitas keberadaanya dalam diri seseorang. Oleh karena itu EQ lebih tepat diukur dengan feeling.
3.Spiritual Qutient (SQ)=Kecerdasan spiritual
Ini berarti kita bisa berpikir dengan konteks makna secara luas dan kaya. Kecerdasan ini terletak pada suatu titik yaitu disebut God spot. Mulai populer pada abad 21. Kepopulerannya mulai diangkat oleh Danar Zohan dalam bukunya Spiritual Capital. Kecerdasan ini mengungkap tentang jati diri seseorang "who am i ?".
4.Adversity Quetient (AQ)=Kecerdasan tantangan
Manusia pada prinsipnya dilahirkan untuk memiliki sifat mendaki. pendakian ini maknanya adalah bergerak hidup kedepan. Orang yang berAQ tinggi tidak akan takut dalam menghadapi berbagai tantangan dalam proses pendakiannya. Bahkan dia mampu untuk mengubah tantangan yang dihadapinya dan menjadikannya sebuah peluang.
(keajaiban belajar)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar